Namaku agnes... aku terlahir dari keluarga yang boleh dibilang cukup lah,
semua kebutuhan ku selalu terpenuhi, apalagi status ku sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara,
membuat aku menempati posisi paling dimanja dalam keluargaku. aku tumbuh sebagai gadis yang lincah,
periang, namun tetap rendah hati. dalam bergaul aku tidak pilih pilih. Banyak teman teman cewek maupun
cowok memuji penampilan ku, mereka bilang aku manis. semua hal ini tidak membuat aku lupa diri dan
sombong, aku tetap adalah agnes, yang rendah hati dan setia kawan. (lanjut)
pertama kali aku mengenalmu sejak kita sama sama masuk sebuah SMP yang sama di kota J
(sebut saja begitu). hari bulan dan tahun berlalu seperti biasanya, kegiatan siswa berjalan apa adanya.
Tahun pertama mengenalmu.. hubungan kita biasa saja, tidak ada perasaan apa apa, ku akui saat itu engkau paling menonjol
dan menarik perhatian di antara semua teman cowokku. kamu cerdas, sederhana dan pemalu pemalu.
kadang aku marah dalam hatiku jika melihat kamu digodain teman teman cewek di sekolah kita.
ih... dasar perem perem gatal !!
geramku dalam hati setiap melihat kamu digodain. bukannya aku cemburu, justru aku mersa kasihan karena kamu sgt pemalu,
sehingga digodain begitu kamu seperti tak berdaya.
akhirnya kita menyelesaikan masa 3 Tahun di SMP, dan secara tidak sengaja kita masuk di SMA yg sama.
namnaya juga abg yang mulai Puber.. di saat itulah aku mulai merasakan cinta yg tumbuh dihatiku.
dan tanpa melalui proses yang sulit, kau pun menjadi milik ku (agnes gitu loh).
Cintaku tak bertepuk sebelah tangan karna ternyata kaupun sangat menyayangiku sejak kita SMP dulu,
hal yang baru kusadari saat ini. Maklum walau teman cowokku banyak, untuk urusan pacaran,.. aku masih buta sama sekali.
hari hari indah kujalani bersama mu, walau beda jurusan, kita selalu bersama, kadang saling menunggu, kadang saling menjemput..
ah indahnya masa masa SMA. dua setengah tahun sudah kita pacaran... kureguk indahnya masa remaja bersama mu,
kau memberikan aku makna dan arti cinta..
kenapa tidak dari SMP saja kita pacaran ? pikirku dalam hati. (tapi pasti dapa strap dari Mama yg sangat melarang aku pacaran di SMP).
Haloww... ? ya hello juga.. ada ap ?
dia menelpon ku, dan biasalah aku pura pura nanya ada perlu apa,
padahal hatiku sangat berbunga bunga... ihihihih.
agnes... sa besok berangkat ke kampung, sa bapa sakit jadi.(nadanya kelihatan sedih).
sekian lama bersamanya, aku sangat paham nada suaranya, dia jarang bicara, nadanya yang datar dan wibawa,
yg ingin selalu menunjukkan segala sesuatu baik baik saja, tak mampu disembuyikan dihadapan ku.
sebagai ceweknya tentu aku paham betul suasana hatinya.
naik ciremai ka ? besok sa ke kost pagi pagi.
dia memang kost di kota J ini. orang tua dan keluarganya jauh di kampung terpencil di kota lain.
cowok yang ulet dimataku, betapa tidak, dalam kesederhanaannya dia termasuk cowok pandai di sekolah ku.
keuletan dan sikap berjuangnya itu yang membuat aku jatuh hati.
sering aku bantu membelikan pakaian dan membayar uang seokolahnya, hal yg sangat ditolaknya mentah2
walau aku tahu dia sangat butuh. dia akan segera menggantikan uangku, padahal aku sudah iklas,
tapi dari pada cari masalah... ya sudah aku terima, toh ntar juga kita pake makan sama sama.
io sudah kalo mau datang.. kalo trada juga tra papa, sa kastau saja, mungkin 1 minggu ka atau 2 minggu ka baru sa balik....
dia emang begitu, selama dua setengah tahun pacaran, dia tidak mau membuat aku repot,
padahal aku sangat sayang setengah mati padanya.
diantara banyak teman cowokku yang ganteng2, kaya2 dan memiliki segalanya, hanya dia yang mampu mencuri hatiku.
hanya dia yang membuat aku seperti cacing kepanasan ketika melihat ada cewek lain menatapnya
atau berbincang bincang dengannya.
pagi ini aku datang ke kostnya, biasalah, sebagai kekasih harus dong melihat pacarnya ? yang mau berangkat,
walau ga jauh jauh amat sih.. perjalanan hanya 1 malam. ku belikan kue dan minum seadanya buat bekal dia di kapal,
dan tak lupa kuselipkan beberapa lembar uang di dompetnya, walau dengan setengah menghiba dan memohon agar diterima.
maklumnya.. kadang dia terlalu PD dan jaim, padahal aku tau dia itu siapa, mana ada uang yang cukup.
uhhh sebel juga. keras kepala !!
(ucapku dalam hati, ga berani juga bicara terus terang, melihat tatapan matanya yang tajam itu saja, aku tak berani, hihihih).
pelabuhan weref jadi saksi.. kapal mulai keluar... ndia melambaikan tangan, aku pun demikian,
aku menunggu sampai kapal sudah agak menjauh dan aku segera pulang ke rumah.
ini hal yg sudah biasa terjadi... sering sekali setiap libur aku mengantarnya....
tidak ada yang istimewa....toh seminggu lagi kita bertemu, dan aku bisa melepaskan rinduku bersamanya.
hari ini tidak seperti biasanya.. dia banyak bicara,
menasihati aku ini itu, ttg rajin berdoa, belajar, menurut orang tua, dan baik pada semua orang,
tumben jadi cerewet (ihihi kadang aku ingin dia suka ngomong, tapi kalau dia ngomong.. malah aku pingin dia jadi pendiam,
dasar cewek.. maunya sendiri. ).
seperti biasa.. semua penumpang harus segera naik, karna kapal akan segera berangkat,
dia masih bersamaku di pelabuhan, masih cerita dan terkahir sebelum naik ke kapal dia memelukku.
ihh.. bikin malu saja ..orang banyak baru... aku mengelak dengan pelan..
mengelak tapi mau gitu loh.. hehehehehe.
dia jarang memelukku di depan orang banyak, dia memang super jaim !!.
kali ini beda makanya aku kaget juga sih.. antara malu dan senang.
ok sa berangkat dulu ee, nanti kalo sa sempat ke kota, sa cari wartel, sa telpon ko..
ioo.. tapi kalo repot tra usah sudah.. asal... kembali cepat !!!
io.. sa sayang ko skali (dia mencium pipiku sambil membisikkan kalimat itu di telingaku)
jarang2 dia bilang begitu, makanya kalimat ini begitu indah sore ini.
dia naik, melambaikan tangan, kapal mulai menjauh dari pelabuhan,
sayup sayup lagu vaya condios memecah suasana, bagiku biasa saja sih..
abis..sudah sering antar dia berangkat.
dia masih melambaikan tangan ke arahku.. akupun pulang... 2 minggu sudah berlalu, tidak ada kabar... berita,
hatiku mulai bertanya tanya. ada apa ee, de sakit ka atau trada uang untuk kembali ka ?
coba telpon saya ka bagemena ka ? kan sa bisa transfer uang....
ahhh kenapa cowok terlalu jaim begitu ehh.
minggu ke 3 pun berlalu, hatiku sudah mulai tak menentu,
di minggu ke 4, datanglah kabar itu.
dia terkena musibah, perahu yg ditumpanginya dalam perjalan ke kampung, tenggelam dihantam tsunami.
(dari Kota B ke kampungnya haruslah menggunakan perahu motor biasa).
Tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk................ aku menangis sejadi jadinya...
kakak2 ku,ibuku dan ayahku, tidak ada yang mampu menenangkan diriku..
aku meronta ronta... 1 bulan aku seperti orang gila, tidak mau makan dan minum, sampai2 aku sempat opname di rumah sakit.
saat ini tepat 5 tahun yang lalu ketika semuanya terjadi,
aku sudah bisa menerima semuanya, kujalani hari hariku sebagai seorang mahasiswi sebuah PT di pulau jawa.
Aku makin cantik, begitu kata teman teman kuliahku, banyak cowok yang ingin berpacaran dengan aku,
semua kutolak dengan halus... bukannya aku munafik tapi..
cintaku sudah kau ambil, kasih sayangku sudah kuberikan padamu,
masih ku ingat bisikanmu, sa sayang ko skali, jadilah orang baik, patuh pada orang tua, bantu orang lain.
saat ini aku jadi sering memutar lagu vaya condios, untuk menemani saat santai ku di kost jika ingin melamunkan ttg dirimu.
aku hanya ingin cepat selesai kuliah, kembali ke tengah keluarga, kerja dan jalani hidup apa adanya.
entah mungkin suatu saat nanti ada pria lain yang mampu membuat aku melupakanmu..
namun sampai saat ini tak satupun pria yang bisa membuat aku berpaling...
mungkin cintakupun sudah ikut tenggelam bersamamu.
marten... sa paling sayang ko skali....
andai ko ada, tong dua bisa kuliah sama sama di sini, biar sa tra kesepian begini... hiksss..
------------------
Karya Original ini adalah cerita rekaan semata, jika ada kesamaan tempat dan tokoh, mohon maaf sebesar sebesarnya.